About - Crane

Mengapa memahami jenis-jenis Crane itu penting

Memilih crane yang tepat memengaruhi keselamatan, kecepatan pengerjaan, dan biaya proyek. Salah pilih crane = pekerjaan tersendat, risiko kecelakaan, atau biaya mobilisasi & operasional membengkak. Jadi sebelum sewa/beli, pahami karakter tiap tipe.

Truck Crane

Deskripsi: Crane dipasang pada sasis truk. Boom bisa telescopic atau lattice. Kapasitas tipikal: 10–200 ton (variasi besar). Kegunaan: Pemasangan rangka baja, pengangkatan mesin, pekerjaan di jalan raya. Kelebihan: Mobilitas tinggi, setup cepat. Kekurangan: Butuh area untuk outriggers; kurang cocok medan lunak.

All-Terrain Crane (ATC)

Deskripsi: Hybrid antara truck crane dan rough-terrain; bisa jalan raya cepat + melintas medan berat. Kapasitas: 30–1.200 ton (model besar untuk proyek berat). Kegunaan: Proyek multiteluk (kota + lokasi terpencil), pekerjaan besar. Kelebihan: Performa on-road & off-road; fleksibel. Kekurangan: Harga sewa & mobilisasi mahal.

Rough-Terrain Crane (RT/roughter)

Deskripsi: Crane beroda karet, dirancang khusus untuk off-road/medan kasar. Biasanya sasis single-carrier. Kapasitas: 20–100 ton. Kegunaan: Proyek di tambang kecil, perbukitan, proyek luar kota. Kelebihan: Stabil di medan tidak rata, setup cepat. Kekurangan: Tidak secepat truck crane di jalan raya.

Truck-Mounted Crane (TMC / Pick & Carry kecil)

Deskripsi: Versi kecil/menengah, sering disebut TMC atau pick-and-carry, cocok untuk area sempit. Kapasitas: 3–20 ton. Kegunaan: Bongkar muat gudang, pemasangan AC/genset, event. Kelebihan: Ringkas & ekonomis. Kekurangan: Kapasitas terbatas.

Crawler Crane

Deskripsi: Crane dengan track rantai (crawler). Stabil tanpa outriggers. Kapasitas: 50–1.200+ ton (sangat besar untuk proyek berat). Kegunaan: Jembatan, girder tol, pemasangan turbin, proyek pelabuhan. Kelebihan: Stabil di tanah lunak, mampu angkat beban super berat. Kekurangan: Mobilisasi mahal & lambat (butuh trailer/truck konvoi).

Tower Crane

Deskripsi: Crane menara permanen untuk konstruksi gedung bertingkat. Ada dua jenis utama: hammerhead (fixed jib) dan luffing (boom dapat dilipat). Kapasitas: Biasanya 3–20 ton pada radius tertentu. Kegunaan: Pembangunan gedung tinggi, konstruksi vertikal. Kelebihan: Reach & height sangat besar, footprint kecil di tanah. Kekurangan: Perlu pemasangan & dismantle yang rumit; butuh izin & koordinasi lalu lintas.

Overhead / Bridge Crane (EOT – Electric Overhead Traveling)

Deskripsi: Crane bergerak di atas rel dalam pabrik/warehouse (atop girders). Kapasitas: 1–300 ton (tergantung struktur pabrik). Kegunaan: Gudang, pabrik, assembly line. Kelebihan: Sangat efisien untuk produksi & material handling. Kekurangan: Terbatas pada area pabrik; memerlukan struktur bangunan kuat.

Gantry Crane & RTG (Rubber-Tyred Gantry) / STS (Ship-to-Shore)

Deskripsi: Gantry bergerak di bawah gantry frame—bisa fixed atau rubber-tyred (RTG) untuk loading kontainer; STS untuk bongkar muat kapal. Kapasitas: RTG 30–80 ton per spreader; STS sampai ratusan ton. Kegunaan: Terminal kontainer, pelabuhan, yard industri. Kelebihan: Efisien untuk handling kontainer besar. Kekurangan: Sangat spesifik untuk port/yard.

Gantry Crane & RTG (Rubber-Tyred Gantry) / STS (Ship-to-Shore)

Deskripsi: Crane dipasang di kapal atau ponton untuk pekerjaan dermaga, pemasangan struktur lepas pantai, atau pemasangan jembatan. Kapasitas: Dari puluhan sampai ribuan ton (cranes on barges besar). Kegunaan: Proyek pelabuhan, offshore installation. Kelebihan: Akses langsung ke air; kapasitas sangat besar untuk proyek maritim. Kekurangan: Perlu survey laut, stabilisasi gelombang, mobilisasi kompleks.

Scroll to Top
Kontak WhatsApp
1